Blizzard telah mengumumkan Diablo III
Sunday, January 04, 2009
Posted by Crew

Blizzard telah mengumumkan Diablo III di konferensi Blizzard Entertainment Worldwide Invitational. Mike Morhaime, CEO dan pendiri Blizzard mengatakan bahwa mereka "ingin memperluas legenda dan permainan dalam dunia Diablo dan tahu bahwa para pemain telah lama menunggu kembalinya seri tersebut."
Diablo III akan melanjutkan cerita dalam seri Diablo dua puluh tahun setelah Mephisto, Diablo dan Baal telah dikalahkan. Memainkan salah satu dari 5 jenis karakter yang berbeda, pemain akan mendapatkan item, sihir dan kemampuan yang baru dalam perjalanannya untuk mempertahankan dunia dari iblis. Dua jenis karakter pertama telah diperlihatkan, yaitu barbarian dan witch doctor.
Anda juga dapat mengunjungi situs ofisial Diablo III untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang game baru ini:
* Cinematic trailer yang diperlihatkan di Blizzard Worldwide Invitational
* Video game play sepanjang 20 menit
* Lebih dari 60 screenshot dan concept art
* Jurnal Deckard Cain
(udaramaya.com)
Tak Disangka! Google Earth Jadi Andalan Teroris
Saturday, January 03, 2009
Posted by Crew
Google Earth berada dibalik peristiwa pemboman yang terjadi di Mumbai. Ternyata para teroris yang menyerang berbagai lokasi di bagian selatan Mumbai pada minggu lalu menggunakan peta digital dari Google Earth. Teknologi tersebut digunakan untuk mempelajari posisi arah, terutama untuk menginvestigasi penyerangan.
Menurut investigasi yang dilakukan polisi Mumbai, termasuk ketika mengangkap basah salah seorang teroris, dari situ diketahui kalau ternyata teroris telah dilatih secara serius menggunakan Google Earth. Mereka bahkan mahir menggunakan teknologi seperti pada satelit telepon dan Global Positioning System (GPS).
Sebelumnya, Google Earth sempat mendapat kritik di India, termasuk oleh presiden terdahulu, A.P.J. Abdul Kalam. Di tahun 2005, Kalam pernah memperingatkan kalau kemudahan yang ditawarkan Google Earth melalui peta digitalnya dapat disalahgunakan oleh teroris.
Agen keamanan India bahkan pernah mengkomplain kalau Google Earth telah mengekpos pertahanan India dan instalasi sensitif lainnya. Sedangkan di Negara lainnya, termasuk China juga memiliki komplain yang sama menyangkut lokasi militer Negara tersebut.
Meskipun tempat-tempat yang telah menjadi incaran para teroris minggu lalu tidak termasuk ke dalam lokasi pertahanan atau instalasi sensitif. Google Earth digunakan para teroris sebelum melakukan penyerangan. Mereka bahkan menggunakan peta turis yang berkunjung ke Mumbai. Lokasi-lokasi tersebut meliputi, dua hotel, sebuah rumah makan, sebuah komplek tempat tinggal dan stasiun kereta api. (infokomputer.com)

